Di sebuah kota yang tampak biasa dari luar, tersimpan rahasia gelap yang tak pernah diungkap. Kekuasaan pejabat dan penguasa kota saling mengunci melalui aib dan kepentingan masing-masing, sementara masyarakat dibutakan oleh propaganda dan ketakutan.
Elfatih, seorang jurnalis muda, bersama teman-temannya, Razak, Putri, dan Isal, menemukan dokumen-dokumen yang bisa mengguncang fondasi kota. Namun, keberanian mereka untuk bersuara membawa risiko besar, tak hanya bagi diri mereka sendiri, tapi juga bagi keluarga dan orang-orang yang mereka cintai.
Di tengah dilema antara idealisme dan tanggung jawab, antara perjuangan untuk kebenaran dan kenyataan hidup sehari-hari, mereka harus menavigasi dunia yang penuh intrik, manipulasi, dan propaganda. Seorang perempuan misterius, Ami, muncul dengan peringatan yang mengaburkan batas antara kebenaran dan ilusi, memaksa mereka mempertanyakan siapa musuh sebenarnya dan apa arti suara yang mereka perjuangkan.
Suara di Tepi Kota adalah kisah tentang keberanian untuk menuntut keadilan, tentang keteguhan menghadapi ketakutan, dan tentang manusia yang berusaha ditemukan di antara kebisingan kota. Sebuah cerita yang mengingatkan kita bahwa suara yang dibungkam bisa menjadi gelombang perubahan, jika berani untuk didengar.






Ulasan
Belum ada ulasan.