Ada luka yang tidak selesai hanya dengan waktu. Ada pertemanan yang berubah menjadi jebakan. Ada senyuman yang menyimpan rahasia, harapan yang perlahan hilang, dan kesempatan terakhir yang datang ketika semuanya hampir terlambat.
Melalui 15 cerita dalam buku ‘Seribu Tahun Setelah Kau Pergi,’ para siswa SMP Zion Makassar menghadirkan kisah-kisah remaja yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: tentang persahabatan, kejujuran, keluarga, kehilangan, tekanan nilai, hingga pergulatan memilih antara benar dan salah. Ditulis dengan sudut pandang yang jujur dan emosional, setiap cerita membawa pembaca masuk ke dunia para tokohnya: dunia yang sederhana, tetapi penuh makna.
Dari Bukan Soal Pintar, Toxic, Teman Atau Jebakan, hingga cerita utama Seribu Tahun Setelah Kau Pergi, antologi ini menjadi bukti bahwa suara remaja mampu menyampaikan pesan yang dalam tentang harapan, keberanian, dan proses bertumbuh.
Buku ini bukan hanya kumpulan cerpen, tetapi juga rekaman perasaan, imajinasi, dan keberanian para penulis muda untuk bercerita.
Karena terkadang, satu cerita sederhana dapat tinggal di hati lebih lama dari seribu tahun.





Ulasan
Belum ada ulasan.